Telkomsel gelar NextDev junior

0
909

Telkomsel sebagai provider utama layanan digital Indonesia, menggelar program NextDev Junior 2015. Program CSR ini bertujuan melakukan pelatihan pengembangan aplikasi mobile bagi ratusan pelajar SMA dari  delapan kota Indonesia. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang terpilih untuk pelaksanaan program pertama untuk kalangan pelajar yang dibuka secara resmi di SMA N 1 pada Kamis (17/03) yang lalu.

Vice President Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati menyampaikan, “Program NextDev telah berjalan 2 tahun di kalangan mahasiswa, tahun ini dimulai bagi kalangan pelajar. Anak-anak muda pelajar kita adalah generasi yang natively-digital, diharapkan program ini mampu melahirkan generasi developer-developer baru dan munculnya aplikasi-aplikasi mobile buatan anak negri.”

Dalam pelaksanaan program, Telkomsel bekerja sama dengan Oracle Studio dan Hicca Studio sebagai motivator dan inspirator pengembangan aplikasi. Di Yogyakarta SMA N 1, SMA N 3, dan SMA N 5 terpilih sebagai mitra program. Pilihan ini didasarkan pada minat sekolah terhadap program NextDev Junior, kesiapan infrastruktur seperti Lab Komputer, ketersediaan jaringan internet, serta terdapatnya siswa-siswa yang memenuhi syarat kecakapan.

Program NextDev Junior ini akan dijalankan dalam Pengenalan, Pelatihan pengembangan aplikasi mobile, serta publikasi aplikasi untuk bisa diunduh secara online. Diperkirakan tak kurang dari 720 aplikasi mobile bisa dihasilkan dalam program ini, dilanjutkan dengan kompetisi antar sekolah.

“Pada akhir 2015, pengguna perangkat mobile di Indonesia berada di kisaran 330 juta, Telkomsel ingin memberi inspirasi pada kalangan muda untuk menggunakan internet secara positif. Program NextDev Junior ini diharapkan mampu melahirkan aplikasi mobile pendukung proses belajar mengajar yang interaktif,” demikian Adita Irawati menambahkan.

Telkomsel telah memulai program NextDev Junior sejak Februari 2016, direncanakan pada waktu mendatang, program ini bisa dilaksanakan pula di SMA-SMA terbaik di kota-kota besar seluruh Indonesia. Tumbuhnya aplikasi-aplikasi mobile buatan anak negri merupakan salah satu pilar pendukung bagi ekosistem digital Indonesia.