Pusat utang Rp12 miliar tunjangan sertifikasi guru GK

0
655

HARJO – Kamis, 08 September 2011

GUNUNGKIDUL—Pemerintah Pusat masih memiliki utang sebesar Rp12 miliar kepada 1543 guru bersertifikasi se-Gunungkidul pada tahun anggaran 2010. Meski demikian, hingga saat ini Pemerintah Pusat belum memberikan kejelasan kapan anggaran itu akan dikucurkan ke daerah.

Kasubag Kepegawaian Disdikpora Gunungkidul, Wakijan kepada Harian Jogja, Kamis (8/9) menjelaskan, anggaran tersebut seharusnya dibayarkan pada semester kedua untuk jatah satu bulan yakni Desember 2010. Karena itu guru yang seharusnya menerima tunjangan sertifikasi selama 12 bulan hanya menerima 11 bulan saja.

“Tetapi ada juga yang baru menerima 10 bulan sehingga masih ada dua bulan yang nunggak belum dibayarkan, karena memang anggarannya tidak mencukupi untuk secara keseluruhan sebanyak 1543 guru,” terangnya.

Terkait hal itu pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran pada akhir Juli 2011 untuk perubahan anggaran tahun 2011. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kapan anggaran tersebut akan cair. Padahal sejumlah guru yang belum menerima kerap menanyakan ke Disdikpora Gunungkidul.

Menurut dia, tertundanya pembayaran tersebut disebabkan oleh perencanaan di tingkat pusat yang tidak sesuai dengan daerah. “Masih wajar karena memang mengeluarkan anggaran itu harus sesuai dengan perencanaan, tetapi yang semester pertama tahun 2011 sudah dibayarkan. Maka ini menunggu perubahan anggaran, kami belum mengetahui kapan bisa tercairkan,” imbuhnya.

Untuk pencairan tunjangan sertifikasi semester pertama 2011, lanjutnya, Gunungkidul mendapatkan kucuran sebesar Rp54 miliar. Angka tersebut dipotong pajak sekitar Rp7 miliar sehingga terdapat sekitar Rp47 miliar yang diberikan kepada guru dengan rata-rata Rp14,2 juta per orang.(Harian Jogja/Sunartono)