Perbaikan Jalan Yogya-Paris Dikebut

0
806

LEBARAN, PENGAMANAN PARANGTRITIS DIPERKETAT

KR – 20 Agustus 2011

BANTUL (KR)- Proyek perbaikan Jalan Yogya-Parangtritis di sekitar Kompleks Pasar Seni  Gabusan (PSG) Sewon Bantul ‘dikebut’ dan diprediksi rampung sebelum Lebaran. Bila ternyata target tersebut meleset, sepekan sebelum  dan sesudah Lebaran  pengerjaan harus dihentikan. Langkah tersebut untuk  menghindari kemacetan lantaran mobilitas warga yang merayakan Lebaran  terlalu tinggi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU)  Provinsi DIY, Ir Salamun MT, Jumat  (19/8). Dijelaskan, perbaikan dilakukan lantaran kondisi jalan  tersebut banyak mengalami kerusakan atau bergelombang. Khusus di bunderan PSG kondisi  jalannya bergelombang.

Salamun mengemukakan, bila  tidak dilakukan perbaikan hal tersebut sangat membahayakan  pengguna jalan. Terkait target  selesainya  perbaikan, Salamun tidak bisa memastikan.

“Bila   memungkinkan sebelum Lebaran memang harus selesai, tetapi andaikata tidak, sepekan sebelum Lebaran pengerjaan harus dihentikan, baru mulai lagi H+7,” ujar Salamun.

Kebijakan itu  menghindari  terjadinya  kemacetan, karena bila  pengerjaan tetap dipaksakan  badan jalan tidak mungkin semua bisa dilalui. Sementara volume kendaraan dipastikan berlipat ketimbang hari biasa. Kepadatan kemungkinan terjadi  sebelum dan sesudah  Lebaran.  “Harapan kami mayarakat bisa menikmati kondisi jalan yang mantab, selama merayakan Lebaran,” ujarnya.
Parangtritis Diperketat

Disisi lain, guna menghindari terjadinya musibah di Pantai Parangtritis Tim SAR akan memperketat pengamanan terhadap pengunjung Lebaran. Tetapi untuk keperluan tersebut Tim SAR Parangtritis mengeluh kurangnya sarana pengamanan, terutama sudah tidak mempunyai rambu-rambu peringatan. Seperti peringatan bahaya mandi di laut bagi pengunjung.

Menurut Sekretaris Tim SAR Parangtritis M Taufiq, sebenarnya upaya pengadaan rambu-rambu peringatan sudah diupayakan pada tahun 2009 yang dananya diperoleh dengan cara patungan anggota Tim SAR. Habis Rp 1,5 juta, tetapi sekarang sudah rusak. Untuk pengadaan baru sudah mengajukan permohonan dana ke Kesbangpolinmas Bantul, tetapi belum diberi.

“Kalau tidak diberi mungkin kami akan patungan lagi, walaupun dana yang Rp 1,5 juta untuk pembuatan rambu-rambu tahun 2009 belum ada yang mengganti,” kata M Taufiq.