Inflasi Rendah, Kenaikan Harga Masih Normal

0
742

RADARJOGJA – 18 Agustus 2011

JOGJA-Mendekati lebaran, perkembangan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Kendati begitu, lonjakan harga yang terjadi masih dianggap dalam batas kewajaran.  Secara umum bisa dikatakan stabil di level yang tinggi. Namun kecenderungan inflasi lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya.
Kabag Analisis Kebijakan Produktivitas Biro Perekonomian DIJ, Sultoni Nurifai mengatakan yang dimaksud stabil di level tinggi, harga barang sudah naik pada bulan sebelumnya dan kenaikan terjadi masih bertahan hingga saat ini.

“Misalnya saja, komoditas beras premium yang naik Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram pada bulan lalu. Hingga sekarang, harga tersebut masih bertahan di kisaran tersebut, Rp 8.200 per kilogram,” kata Sultoni saat Konferensi Pers TPI DIJ, Perkembangan Harga dan Stok Komoditas Pokok Menjelang Idul Fitri, Selasa malam (16/8) lalu.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ, Dewi Setyowati mengatakan inflasi di Agustus ini bisa dikendalikan. Terlebih dibandingkan dengan bulan Juli kemarin. Bahkan, dia menegaskan, inflasi bulan ini lebih rendah sekitar 0,90 persen dibanding inflasi bulan lalu.

“Karena kenaikan harga yang relatif tinggi sudah terjadi pada Juli kemarin. Sedangkan dari sisi ketersediaan stok kebutuhan pokok juga mencukupi. Saat ini permintaan masyarakat juga masih normal,” kata Dewi di Kantor Bank Indonesia (BI) Jogjakarta.

Perempuan yang juga memimpin Kantor Bank Indonesia Jogjakarta ini menegaskan, berdasarkan pantauan yang dilakukan dengan Biro Adminsitrasi Perekonomian dan SDA Provinsi DIJ, beberapa komoditas pokok stabil di level yang tinggi. Untuk beras, daging sapi, dan ayam mengalami kenaikan dalam batas kewajaran. Sedangkan sayuran dan telur menunjukan perkembangan yang menurun.

Dewi menambahkan, untuk komoditas sandang diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan banyaknya program potongan harga. Untuk harga emas dan perhiasan mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan harga pasar internasional. Sedangkan transportasi dan komunikasi khususnya untuk sub sector transportasi pergerakan harga diperkirakan hanya meningkat pada H-5 sampai dengan H+5 Idhul Fitri.

“Lebaran jatuh pada akhir Agustus. Maka dampak inflasinya secara rata-rata akan rendah karena pada tanggal 1 Agustus sampai dengan lima hari jelang Idhul Fitri tekanan dari sisi permintaan untuk sektor transportasi relatif rendah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi menghimbau pada masyarakat untuk tidak berlebihan membelanjakan uangnya. Lebih baik warga menyimpan kelebihan pendapatannya. Sedangkan bagi produsen dan pedagang, terutama pedagang makanan untuk melakukan penimbunan barang untuk mengambil keuntungan yang besar.(ila)