Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik

0
768

KR – 26 Agustus 2011

Bis lebaran (Foto: Budi/JogjaLive.com)

SLEMAN (KR) – H-3 Lebaran, Sabtu (27/8) diprediksi sebagai puncak arus mudik. Lonjakan terjadi karena pekerja sudah memasuki masa libur Lebaran. Sementara untuk H-4 di Terminal Jombor, meski ada penambahan jumlah penumpang namun tidak terlalu signifikan.

Kepala Terminal Jombor Margi Sudarnoto mengatakan, pada H-5 jumlah penumpang tercatat 7.513 orang. Jumlah tersebut didominasi penumpang turun sebanyak 3.867 orang. “Pemudik sudah ada, namun terhitung masih stabil dan tidak ada lonjakan yang mencolok,” ujarnya, Jumat (26/8). Pertambahan kenaikan jumlah pemudik akan dimulai pada Jumat malam dan Sabtu.

Beberapa lubang yang ada di Terminal Jombor, lanjutnya, telah ditambal meski masih bersifat sementara. Penanganan tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan kesiapan menyambut pemudik. Menurut Margi, kondisi Terminal Jombor sudah layak untuk menerima pemudik dari berbagai daerah.

Untuk pantauan tarif, kata Margi, menggunakan pola batas atas dan batas bawah. Sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan tahun 2009 dengan tarif dasar Rp 107,41 perkilometer perpenumpang. Batas atas wilayah I yakni Sumatera, Jawa, Bali dan NTT batas atas Rp 139 tiap penumpang perkilometer, wilayah II meliputi Kalimantan dan Sulawesi sebesar Rp 154. Sementara batas bawah wilayah I Rp 86 dan wilayah II Rp 95.

Ketua Paguyuban Agen dan Perwakilan Bus Malam (Papbima) Terminal Jombor Soni Kurniawan mengatakan, saat ini terbanyak adalah penumpang berangkat. Tujuannya  kota-kota di Sumatera seperti Lampung, Palembang, Medan, Riau dan Aceh. Dalam satu hari, rata-rata penumpang mencapai 1.300 orang.

“Penumpang didominasi oleh mahasiswa yang belajar di Yogya,” ucapnya. Arus kedatangan pemudik yang akan tiba di Yogya diperkirakan akan terjadi seusai Lebaran.

Arus mudik kendaraan melalui jalur selatan Wates-Yogya juga mulai padat. Dari pantauan Pospam Gamping Sleman, arus mudik baik menuju maupun meninggalkan Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Yogya didominasi kendaraan pribadi. “Peningkatan kepadatan arus diperkirakan terjadi mulai H-3,” ujar Kepala Pospam Gamping AKP Rusdi.

Pengaturan arus lalu lintas difokuskan pada titik rawan kemacaten dan rawan kecelakaan terutama di simpang tiga Pasar Gamping.

Selain itu untuk kelancaran arus lalu lintas sepanjang jalur mudik tersebut sejumlah petugas diterjunkan  di beberapa titik rawan lainnya seperti simpangempat Delingsari, simpangtiga Ringroad dan sejumlah simpang jalan atau titik penyeberangan kendaraan.

“Petugas yang dikerahkan untuk rangkaian kegiatan pengamanan dibagi dalam dua regu masing-masing beranggotakan 21 orang,” imbuhnya.

Sementara upaya mengantisipasi lonjakan arus mudik maupun balik akan dilakukan pengaturan secara intensif di sejumlah titik rawan agar terhindar kemacetan lalu lintas dan penumpukan kendaraan. Di antaranya dengan pengaturan lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) secara manual untuk mengurangi tingkat kepadatan.

“Selain itu pengaturan dan penertiban arus juga dilakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan imbauan kepada pemudik agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.           (*-7/*-10)-a