Beras OP Habis Sebelum Dibuka

0
780

RADARJOGJA – 24 Agustus 2011

JOGJA –Tak sia-sia Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja dan Perum Bulog melakukan operasi pasar, kemarin. Tak hanya sukses, tapi bisa dikatakan sukses besar.Sebab beras yang disiapkan untuk operasi pasar, telah habis sebelum operasi pasar (OP) dibuka.
Kondisi itu terjadi saat dilakukan OP beras pada kegiatan Pasar Rakyat di halaman kantor Kecamatan Umbulharjo, kemarin ((23/8). Persediaan beras dari Perum Bulog dengan cepat ludes terjual. Masyarakat sangat antusias membeli beras yang dijual dengan harga Rp 6.100 per kg. Harga itu, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang mencapai Rp 7.300.

”Sangat murah. Dibandingkan di pasaran lebih murah beras ini. Padahal, jenisnya IR 64,” ujar Sugiharti, salah seorang ibu rumah tangga yang membeli beras dalam OP beras kemarin.

Dari pengamatan Radar Jogja, penjualan beras di Pasar Rakyat ini sangat efektif. Beras yang disediakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja dan Perum Bulog mendapatkan sambuatan antusias dari masyarakat.

Bahkan, setiap dilakukan penjualan secara bergiliran di tiap kecamatan, selalu habis. ”Sejak kemarin, beras yang disediakan habis dibeli masyarakat dalam waktu singkat,” tutur Petugas OP Perum Bulog Hartono di sela-sela melayani warga.

Tingginya minat masyarakat untuk membeli beras OP, dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan beras. Sementara peningkatan permintaan tersebut, telah diikuti kenaikan harga jual beras di pasar.

Beras dari Bulog yang disediakan sudah dipaket dalam ukuran lima kilogram dijual dengan harga Rp 6.100 perkilogramnya. Sementara harga beras jenis IR 64 yang memiliki kualitas sama dengan jenis beras OP, harga perkilogramnya mencapai Rp 7.300 hingga Rp 7.500, sehingga ada selisih lebih murah Rp 1.000 per kilogramnya.
Sekadar diketahui, pada 18 Agustus OP beras digelar di Kecamatan Gondomanan, Kecamatan Mergangsan dan Kecamatan Pakualaman. Berikutnya Kecamatan Gondokusuman (20/8); Kecamatan Tegalrejo  dan Kecamatan Mantrijeron (21/8); Kecamatan Wirobrajan, Kecamatan Kotagede dan Kecamatan Keraton (22/8); Kecamatan Umbulharjo (23/8): dan Kecamatan Gedongtengen, Kecamatan Jetis, Kecamatan Danurejan dan Kecamatan Ngampilan pada hari ini (24/8).

”Setiap kecamatan mendapatkan jatah 1 ton beras murah yang sudah dipaket dalam ukuran lima kilo. Dua kecamatan yang mendapakatan jatah dua ton beras adalah Gondokusuman dan Umbulharjo karena wilayah yang luas dan penduduk yang padat,” tutur Kabid Perdagangan Disperindagkoptan Sugeng Darmanto.

Sugeng menjelaskan, OP beras ini, sengaja ia lakukan saat bertepatan menjelang Lebaran. Atau saat bulan Ramadan tiba. ”Kami mengambil waktu yang bertepatan dengan menjelang Lebaran. Ini sesuai dengan kebutuhan pasar yang biasanya memang mengalami peningkatan,” katanya. (eri)