WAGUB DIY PA X: LAGU ANAK-ANAK TELAH PUNAH

0
255

PAGELARAN MUSIK ANAK “SAVE OUR CHILDREN”
“Kita semua tahu bahwa lagu anak-anak telah punah bak ditelan bumi,” demikian antara lain sambutan tertulis Wagub DIY Sri Paku Alam X dalam pembukaan Pagelaran Musik “SAVE OUR CHILDREN” Sasana Adi Svara bersama Ansamble Anak Nusantara. Pagelaran yang menampilkan 50 pemain musik beserta 75 vokalis didominasi usia anak-anak ini diselenggarakan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakara (TBY) pada 30/10/2016.

Dalam awal sambutannya, Kepala Taman Budaya Drs. Diah Tutuko Suryandaru menerangkan bahwa Sasana Adi Svara adalah sebuah komunitas olah vokal bagi anak-anak yang selama beberapa tahun akhir ini menyediakan tempat belajar vokal bagi anak-anak di Yogyakarta, sedangkan Ansamble Anak Nusantara adalah komunitas olah musik yang menyediakan tempat belajar dan berlatih musik bagi anak-anak di Yogyakarta. Kedua komunitas yang merupakan mitra Program Art For Children (AFC) dari Taman Budaya Yogyakarta ini telah menjalin kerjasama selama beberapa tahun dalam bentuk pagelaran musik bersama.

Pada Penampilan awal dipersembahkan Lagu-lagu instrumental secara medley oleh Ansamble Anak Nusantara membawakan lagu-lagu anak ciptaan Ibu Sud dan AT Mahmud antara lain “Ambilkan Bulan”, “Hujan”, “Pelangi”, “Kebunku”. Paduan suara anak-anak Sasana Adi Svara tampil membawakan lagu-lagu ciptaan Sigit Eko Riyanto antara lain “Ke Sekolah”, “Bermain”, “Liburanku” dan “Desaku”. Sebagai penampil tamu Paduan Suara SD Johanes Bosco mempersembahkan lagu-lagu anak dengan menarik. Dibagian lain dipentaskan fragmen opera Cindelaras yang merupakan kolaborasi Sasana Adi Svara, Quartet Ansamble Anak Nusantara, serta DAC.

Pagelaran Musik dan vokal anak-anak yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam tersebut, penonton yang berjumlah ratusan tampak memenuhi kursi gedung Concert Hall serta antusias menyaksikan hingga usai. Tingkah anak-anak baik yang tampil maupun dari kalangan penonton menambah keramaian suasana pagelaran. Lagu-lagu anak-anak dibawakan dengan riang serta mendapat sambutan applaus meriah.

Sigit Eko Riyanto, pimpinan produksi menerangkan bahwa pagelaran ini telah disiapkan selama 7 bulan dengan latihan bersama selama 3 bulan terakhir ini. “Keprihatinan pada semakin langkanya lagu-lagu anak-anak bahkan dalam pendidikan, membangkitkan semangat saya untuk menciptakan lagu anak-anak,” demikian pengasuh Sasana Adi Svara ini menyampaikan. Pimpinan sanggar olah suara yang berlokasi di Gunung Ketur PA 2/228 Yogyakarta ini menambahkan bahwa tahun mendatangkan direncanakan untuk memproduksi CD lagu anak-anak sehingga gagasan sosialisasi lagu anak-anak bisa semakin terwujud.

Bagi orang tua yang tertarik untuk mengikutsertakan putra-putrinya pada kegiatan ini, bisa hadir setiap hari minggu pagi di Taman Budaya Yogyakarta, mendaftar pada program Art For Children yang menyelenggarakan latihan rutinnya.