UNESCO dan TIRANA HOUSE pamerkan batik karya komunitas dampingan Borobudur dan Prambanan

0
537

Bertempat di Tirana House Jl Abubakar Ali, UNESCO kantor Jakarta menyelenggarakan pameran batik karya komunitas dampingan sekitar candi Borobudur dan Prambanan pada Kamis (2/06/2016) yang baru lalu. Pameran yang menampilkan karya batik tulis dengan motif baru hasil pengembangan dari adopsi relief candi Borobudur (Pawon dan Mendut) serta relief candi sekitar Prambanan (Candi Ijo dan Sojiwan) akan diselenggarakan hingga 31 Juli 2016 mendatang,

Sejak tahun 2012 sebagai bagian dari strategi pariwisata berkelanjutan di sekeliling situs Warisan Dunia, UNESCO telah menjalin kerjasama dengan komunitas lokal di sekitar kawasan candi Borobudur dan Prambanan. “Melalui acara ini, UNESCO berharap komunitas setempat di Borobudur dan Prambanan akan menemukan inspirasi baru untuk mempertahankan keberlanjutan produksi mereka,” demikian Dr. Shahbaz Khan direktur kantor UNESCO Jakarta menyatakan dalam siaran persnya.

Kemitraan dengan entitas usaha Tirana House adalah salah satu pencapaian penting dari komunitas dampingan ini selain pameran karya yang telah diikuti di Jakarta. “Tirana house adalah sebuah butik yang menggabungkan konsep art-space dalam konsepnya,” demikian Nunuk Ambarwati pengelola galeri ini menyampaikan. Selanjutnya dijelaskan bahwa dalam rangka mengenalkan batik karya komunitas dampingan UNESCO ini, dikemas dalam sebuah pameran yang akan menampilkan demo batik tulis dan temu desainer,  dan bagi pengunjung yang menggemari selfie, telah disediakan photo booth untuk berfoto dengan kain batik yang ada.

Pameran karya batik tulis ini merupakan tahapan lanjut dari rintisan yang telah dilaksanakan UNESCO sejak pemetaan potensi indrustri kreatif seni dan budaya, pengembangan motif batik baru berdasarkan proses adopsi relief candi seputaran Borobudur dan Prambanan, perintisan jalinan kerjasama dengan melibatkan desainer busana yang menekuni batik serta jumputan Darie Gunawan serta Caroline Rika Winata. Dalam pameran ini kedua perancang Yogyakarta ini menampilkan 20 rancangan outfit siap pakai dengan bahan dasar batik tulis dan jumputan yang diproduksi.