Tribun: Emas Tembus 500 Ribu

0
385

Harga dua kali naik dalam sepuluh hari

Senin, 15 Agustus 2011

Yogya, Tribun – Tidak berbeda dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, kenaikan harga emas diprediksi hanya akan membuat panik masyarakat pada awalnya. “Butuh waktu untuk masyarakat beradaptasi dengan harga baru.

Lama-lama masyarakat akan menerima itu dan kembali membeli emas,” ujar Ratna Setianingsih, pemilik Toko Mas Kudamas Sabtu (13/08). Menurutnya, kini harga emas melonjak tajam selama sepuluh hari terakhir. Dari pengamatannya, pada awal Juli lalu, harga emas internasional mencapai 1.490 per try once atau Rp 420 ribu per gram.

Namun, menginjak 11 Agustus kemarin, harga emas kembali menanjak hingga 1.800 per try once atau Rp 540 ribu per gram. “Sangat fantastis kenaikan kemarin, apalagi naiknya tajam hanya selama sepuluh hari. Dari dulu ada kenaikan, tapi tidak secepat sekarang,” papar Ratna.

Terjadinya kenaikan harga emas yang mendadak ini, lanjutnya, memang membuat masyarakat kaget karena merupakan pengalaman pertama kenaikan drastis dalam waktu singkat. Menurutnya, jika harga emas sudah stabil, dan ada pendapatan yang diterima masyarakat, maka konsumen akan cepat menerima harga baru yang tinggi ini.

“Butuh waktu untuk membuat konsumen familiar dengan harga ini, namun nantinya akan ada pemakluman dari masyarakat,” jelasnya.

Ia berpendapat, walaupun sudah diprediksi ada penurunan daya beli masyarakat terhadap emas karena harga emas mencapai titik tertinggi dalam sejarah, namun ia meyakinkan minat untuk membeli emas masih tinggi. “Melihat harga yang mendadak membubung tinggi, wajar apabila masyrakat enggan untuk membeli emas dan memilih untuk menahan,” lanjutnya.

Meski demikian, lanjutnya, masyarakat masih banyak yang memilih emas sebagai alat untuk investasi. Harga emas yang tidak pernah turun, menjadi alasan masyarakat lebih memilih menyimpan hartanya dalam bentuk emas, daripada rupiah maupun dollar.

“Itu sudah terjadi beberapa tahun belakangan, namun daya beli semakin berkurang. Jika dulu satu orang bisa beli sampai 50 gram emas, namun sekarang dibutuhkan sepuluh orang agar bisa terjual emas dengan berat yang sama,” terangnya. Ia justru menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru untuk membeli emas. Menurutnya, masyarakat disarankan untuk selalu update informasi terbaru mengenai harga emas melalui internet.

Ia mengatakan, harga emas selalu fluktuatif, hampir setiap hari ada harga baru. Ia mengusulkan agara konsumen membeli emas, saat harga sudah stabil. Karena menurut pengamatannya selama ini, harga emas tidak selalu naik, pasti ada masa stabilnya.

“Jangan membli emas saat harga terlalu tinggi, nanti malah merugikan kalau turun. Jika terjadi kenaikan tinggi harusnya kita tunggu, ketika stabil baru beli emas,” sarannya. (gya)