SULTAN: YOGYA BUTUH PEMIMPIN ’NGEMONG’ RAKYAT

0
1213

Ical Puji Gandung Tetap Dukung Haryadi

KR – 22 Agustus 2011

Pisowanan Ngabekten Lebaran 2011 (Foto: Budi/Jogjalive.com)

YOGYA (KR) – Aburizal Bakrie selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar menegaskan, seluruh kader Partai Golkar harus menuruti keputusan partai, sehubungan dengan pengusungan Haryadi Suyuti sebagai calon Walikota Yogyakarta. Ia pun memuji Ketua DPD Golkar DIY, Gandung Pardiman, yang telah mentaati keputusan tersebut.

“Saya ingin tidak ada satupun yang tidak menghormati keputusan itu. Saya bangga dengan saudara Gandung yang sudah menaati keputusan tersebut,” ujar Aburizal Bakrie dalam safari Ramadan Partai Golkar di Gedung Whana Bhakti Yhasa Yogyakarta, Senin (22/8).

Menurut Ical, demikian sapaan akrabnya, Partai Golkar harus terus melakukan kegiatan yang bersifat pro rakyat. Dikatakan, kader Golkar jangan sampai absen dalam menyambangi rakyat yang sudah memilih, dan terus memperjuangkan apa kehendak mereka.

“Hingga sekarang, Partai Golkar merupakan satu-satunya partai yang melakukan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat desa. Saya bangga, di Yogyakarta pendidikan kader tingkat desa sudah tiga kali dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Kota Yogyakarta membutuhkan pemimpin kuat, bukan hanya yang bermodal uang saja. Pemimpin ideal bagi Kota Yogyakarta, adalah mereka yang bisa ngemong masyarakat.

“Saya tidak kemana-mana dan tidak akan pernah kemana-mana. Saya jadi penonton saja. Saya memang tidak pernah mau bertemu dengan calon-calon kepala daerah, supaya tidak disalahartikan. Kalau ada yang mau pasang gambar Kraton atau saya dalam atribut, silakan saja,” tandasnya.

Dijelaskan, ia saat ini hanya sebagai anggota atau kader Partai Golkar, bukan merupakan fungsionaris. Ia tidak ingin terjadi gejolak-gejolak politik di Kota Yogyakarta. “Sebagai Gubernur, saya harus ngemong dan momong masyarakat. Saya tidak ingin mengibarkan bendera sendiri tapi juga bendera yang lain. Hal ini agar stabilitas demokratisasi tetap terjaga,” imbuhnya.

Sultan berharap, Partai Golkar dapat menjadi benteng yang kuat bagi Republik Indonesia, bukan hanya menjadi kuda troya. Agar mampu menghadapi tantangan, terlebih dahulu 3 pilar harus ditegakkan, yakni spirit merah putih sebagai jiwa masyarakat Yogya dan bangsa Indonesia, Pancasila sebagai kepribadian masyarakat Yogya dan bangsa Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika sebagai watak orang Yogya dan bangsa Indonesia.

Secara terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta, Nasrullah, menyampaikan, kampanye terbuka dilaksanakan pada 9 hingga 20 September mendatang. Pasangan calon (paslon) dapat memanfaatkan momen ini untuk murni berkampanye dan mendekat kepada masyarakat. “Selanjutnya pada 21 September nanti paslon wajib membersihkan alat peraga kampanye sebelum memasuki hari tenang selama 3 hari,” tandasnya.

Terpisah, Anggota KPU Kota Yogyakarta, Titok Haryanto menuturkan tidak ada sistem zonasi dalam Pemilukada Kota Yogyakarta. Artinya setiap paslon akan mendapat kesempatan berkampanye sehari penuh dengan cara bergantian.

“Sesuai dengan kesepakatan bersama, paslon menyetujui kampanye bergantian, tiap paslon berhak melakukan kampanye selama seharian penuh,” ujarnya.
Dengan pembagian tersebut maka setiap paslon akan mendapatkan kuota kampanye sebanyak empat kali.
(M-2/M-1)-a