Saatnya Kota Yogya Bangun Wajah Kampungnya

0
348

ZUHRIF HUDAYA-AULIA REZA

KR – 24 Agustus 2011

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Zuhrif Hudaya dan Aulia Reza menilai, kepemimpinan walikota Herry Zudianto telah berhasil membangun wajah perkotaan di Kota Yogyakarta. Pembangunan taman kota, penerangan jalan, pasar klithikan dan prasarana di perkotaan merupakan perwujudan dari penataan wajah kota. Maka dalam kepemimpinan berikutnya  ‘Mbangun Kampung’ menjadi prioritas untuk mengembangkan potensi masyarakat.

“Saatnya sekarang pembangunan mengarah pada perkampungan yang arahnya adalah menumbuhkan kampung cerdas, kampung wisata, kampung industri dan kampung hijau,” kata Zuhrif Hudaya yang bersilaturahmi dengan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi. Ikut menyertai calon wakil walikota Aulia Reza, Ardianto (Tim Sukses Paslon Zuhrif Hudaya-Aulia Reza) serta diterima Direktur Keuangan Imam Satriadi SH dan Direktur Litbang Sugeng Wibowo SH, Rabu (24/8).

Menurut Zuhrif, di Kota Yogyakarta ada sekitar 250 kampung yang semuanya memiliki ikatan historis dengan keberadaan Kraton Yogyakarta. Jika potensi tersebut dikembangkan maka kampung di Yogyakarta akan menjadi kampung cerdas yang mampu menjadi sekolah bagi individu dan keluarga. Memiliki daya tarik wisata, kondusif terhadap pertumbuhan industri rumah tangga dengan lingkungan yang senantiasa terjaga.

Tentang Yogyakarta sebagai kota pendidikan, pasangan nomor urut 1 dalam Pemilukada Kota Yogyakarta 25 September mendatang menilai perlu ada perubahan  cara pengelolaan pendidikan jika menginginkan Kota Yogyakarta tetap disebut sebagai Kota Pendidikan. Diakui Zuhrif yang juga masih aktif sebagai anggota DPRD Kota Yogyakarta, ia menilai institusi dinas pendidikan di Kota Yogyakarta lebih pantas disebut sebagai dinas sekolah, bukan dinas pendidikan. Hal ini karena kebijakan yang diambil masih berorientasi hanya pada sekolah.

“Padahal pendidikan di sekolah hanya mencakup 1/3 pendidikan yang diterima anak. Paling banyak adalah di lingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Zuhrif Hudaya.

Lebih lanjut Zuhrif mengatakan persoalan keistimewaan DIY, PKS melakukan beberapa  kajian. Pertama pasangan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai bahwa DI Yogyakarta merupakan pewaris bangsa Indonesia sehingga keberadaannya tidak boleh terhapuskan.

Kemerdekaan RI yang kemudian diakui oleh PBB tidak lepas dari pengakuan Kraton Yogyakarta yang kemudian bergabung terhadap NKRI. Keberadaan eraton Yogyakarta yang terlebih dulu di PBB ikut membuka mata internasional akan keberadaan NKRI. Secara otomatis kedudukan Sultan dan Paku Alam adalah gubernur dan wakil gubernur di DIY.         (Apw)-m