Ratusan makanan kedaluwarsa ditemukan di Bantul

0
738

HARJO – 24 Agustus 2011

BANTUL—Sekitar 600 lebih makanan kedaluwarsa ditemukan Dinas Kesehatan Bantul selama tiga hari pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) jelang Lebaran di 38 toko di Bantul. Terkait persiapan Lebaran pula, Dinas Kesehatan membuka lima posko kesehatan di titik-titik strategis.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Bantul, Ismaryani dalam jumpa pers Rabu (24/8) mengatakan, dari 38 toko atau kios makanan dan obat-obatan yang disurvei Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), ditemukan 809 makanan dan obat-obatan yang tidak memenuhi syarat (TMS). Sebanyak 624 di antaranya makanan kedaluwarsa (81%), 124 makanan dengan kemasan rusak atau sebanyak 16%, sisanya berupa obat keras, jamu dengan bahan kimia dan obat palsu. Sidak digelar di tujuh kecamatan se Bantul pada 15, 16 dan 18 Agustus lalu.

“Kami melakukan sidak selama tiga hari, makanan yang tidak memenuhi syarat kami tandai dan coret, kami minta pemiliknya untuk memusnahkan, memang tidak kami tarik,” ujarnya. Makanan yang telah kedaluwarsa dikhawatirkan menyebabkan keracunan pada konsumen, infeksi maupun akumulasi bahan kimia dalam tubuh yang dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan pada organ-organ tubuh.

Selain itu kata dia, juga banyak ditemukan makanan yang tak terdaftar di Dinas Kesehatan dan tidak memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) seperti yang disyaratkan dalam Perda No. 4/2010 tentang penyelenggaraan Perizinan di Bidang Kesehatan.

Sementara itu, untuk mengamankan Lebaran pula, Dinas Kesehatan Bantul membuka lima posko di titik strategis seperti terminal dan pusat keramaian. Yakni di posko kesehatan di permepatan Ketandan, Giwangan (Gondowulung), Posko Druwo, Posko di pasar Mangiran (Srandakan) dan di objek wisata pantai Parangtritits. Kelima Posko tersebut menyatu dengan pos keamanan Polres Bantul. Kabid Pelayanan Kesehatan Ninik Istitarini mengatakan, Posko dilengkapi ambulans dengan satu dokter, dua perawat dan satu orang sopir beserta obat-obatan. (Harian Jogja/Bhekti Suryani)