Puluhan pelajar tawuran di depan JEC, 3 masuk RS

0
729

HARJO – 21 Agustus 2011

Perkelahian bersenjata (Foto ilustrasi: Budi/JogjaLive.com)

BANTUL—Puluhan pemuda pelajar SMA dan SMP di Jogja terlibat tawuran Minggu (21/8) dini hari. Tiga orang korban tepaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS), satu diantaranya sempat kritis karena luka bacokan.

Dari informasi yang dihimpun Harian Jogja, tawuran terjadi Minggu (21/8) sekitar pukul 00.30 WIB di depan gedung Jogja Expo Center (JEC), di daerah Banguntapan, Bantul. Kasetyadi, salah seorang security gedung JEC yang malam itu berada di lokasi kejadian menceritkan, sedikitnya 50 orang lebih pemuda menggunakan sepeda motor saling bentrok. Awalnya satu rombongan mondar mandir di depan JEC menggunakan sepeda motor, lalu berhenti di pinggir jalan.

Tiba-tiba datang rombongan lain yang juga menggunakan sepeda motor dari arah barat. Salah satu orang berteriak menyebut nama ‘BBC’ setelah itu kedua rombongan tersebut langsung saling serang. Ada yang melempar dengan batu, memukul dengan besi dan membawa alat penyetrum ada pula yang menggunakan senjata tajam. “Banyak sekali ada sekitar 50 motor kalau orangnya pasti lebih karena kan ada yang boncengan, ada yang teriak itu BBC, pas teriak itu langsung menyerang, mungkin BBC itu maksudnya geng dari Babarsari,” katanya saat ditemui di rumahnya di wilayah Gedong Kuning.

Tawuran berlangsung selama setengah jam. 15 Menit kemudian barulah petugas kepolisian datang setelah sebelumnya dihubungi salah seorang anggota polisi yang jaga di sekitar JEC. Saat tiba di lokasi, rombongan pemuda tersebut sudah melarikan diri. Namun ada tiga orang korban yang terluka parah dan ditolong oleh warga dan langsung dilarikan ke RS. Selain itu juga tertinggal dua buah sepeda motor yakni Supra X warna hitam merah No. Polisi AB 2445 JA serta Honda Beat warna hitam No. Polisi AB 2970 AF. Lampu kendaraan pecah. Selain itu menurut Kasetyadi, ada dua lelaki lainnya juga mengalami luka lecet. Namun mengaku hanya orang lewat yang terjatuh dari motor karena terkena lemparan batu.

Terpisah, Kepala Polsek Banguntapan Kompol Joko Priyono mengungkapkan, tiga korban yang dilarikan ke RS yakni Feri Ardi pelajar SMA Babarsari, Guntur Nugroho pelajar SMP (tak diketahui nama sekolah) serta Aditya Baskoro pelajar SMA 3 Muhamadiyah Jogja. Informasi tersebut didapat setelah mengecek kartu pelajar korban. Korban Feri Ardi sempat kritis dan tak sadarkan diri saat dibawa ke RS karena mengalami luka bacok dalam di bangian punggung. Adapun Aditya Baskoro luka di bagian jari hampir terputus. Keduanya kini masih dirawat di RS Panti Rapih setelah sebelumnya dibawa ke RS Harjo Lukito. Sedangkan Guntur Nugroho disebutkan sudah pulang dari RS. Ia juga mengami luka bacokan di bagian punggung.

Polisi kata dia juga menemukan tiga dompet dan tiga buah telepon genggam di lokasi kejadian selain dua motor yang tertinggal. Dari telepon genggam tersebut diketahui pesan singkat yang berisi rencana para pelaku bertemu di JEC. Namun tak secara eksplisit disebutkan untuk melakukan tawuran karena bahasanya menggunakan kode-kode tertentu. “Sepertinya mereka sudah janjian, dua rombongan itu ketemu di JEC, dari pesan singkat di HP itu begitu,” ujarnya.

Hingga kini belum diketahu motif para pelajar tersebut melakukan perkelahian. Polisi masih menyelidiki kejadian. Polisi juga enggan mengungkap identitas pemilik telepon genggam dan dompet yang berhasil disita.(Harian Jogja/Bhekti Suryani)