Proyek Jembatan Kleringan Dihentikan Sementara

0
763

RADAR JOGJA – 15 August 2011

JOGJA – Pengerjaan Jembatan Kleringan bakal dihentikan sementara. Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja akan menghentikan proyek senilai Rp 9,2 miliar tersebut selama 14 hari, demi kelancaran lalu lintas selama Lebaran mendatang.

Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto mengatakan, sejak 23 Agutus sampai 6 September mendatang, pekerja yang terlibat dalam pengerjaan jembatan Kleringan bakal libur. ”Juga tidak baik saat masa lebaran tiba tetap bekerja. Apalagi, di sana saat musim Lebaran, pasti bakal penuh sesak dengan kendaraan yang akan ke Malioboro,” ujar Toto, kemarin (14/8).

Dia menerangkan, saat ini proyek pembangunan di Kleringan sedang memasuki tahapan pengecoran atau borpile. Saat ini pengecoran ini baru dilakukan di sisi timur untuk pondasi. Saat pengecoran pondasi sisi timur inilah, Jalan Abu Bakar Ali ditutup setengah. Akibatnya, pengguna jalan dari arah barat maupun timur, setiap melintas di samping proyek tersebut harus berjalan pelan dan bergantian.
Inilah yang kemudian membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja memberikan pengumuman atau alternatif jalan. Bagi mereka yang biasa lewat Abu Bakar Ali untuk tak melewatinya. ”Mulai H-7, jalan sudah tak setengah badan jalan lagi. Pengguna sudah bisa menggunakan jalan utuh. Agar tak terjadi penumpukkan kendaraan dari arah timur maupun barat,” sambungnya.
Selain, Jalan Kleringan, sebanyak tiga proyek fisik juga akan dihentikan saat lebaran nanti. Kedua proyek selain Kleringan yang akan berhenti adalah proyek perbaikan trotoar di Jalan Malioboro dan proyek pembangunan Jalan Batikan. Proyek di Jalan Batikan adalah pembangunan sisi selatan atas sungai. Rencanya, proyek yang berkelanjutan tiap tahun anggaran tersebut juga turut berhenti. Waktunya sama dengan Jembatan Kleringan, selama 14 hari mulai H-7 sampai H+7 lebaran.

Sedangkan proyek pembangunan trotoar di Malioboro yang sedang dikerjakan adalah penggantian trotoar menjadi batu kali dan penggantian trotoar. Rencananya trotoar tersebut akan difungsikan menjadi pemandu arah untuk difabel.
”Secara umum, kondisi jalan di Kota Jogjakarta cukup baik dan bisa mendukung lalu lintas saat lebaran,” katanya.
Berdasarkan data dari Dishub Kota Jogja, selama lebaran nanti, Kota Jogja bakal mengalami peningkatan kendaraan. Jumlahnya dibandingkan dengan tahun lalu mengalami peningkatan sampai dengan lima persen.

Kenaikan ini terjadi untuk semua jenis kendaraan. Kendaraan jenis truk akan mengalami kenaikan dari 152.868 unit menjadi 159.069 unit, bus dari 90.521 unit menjadi 97.309 unit, mobil pribadi dari 1.140.168 unit menjadi 1.172.782 unit dan sepeda motor dari 2,410.129 unit menjadi 2.531.793 unit.
”Puncak kepadatan pemudik akan terjadi pada H-4 dan puncak kepadatan pada arus balik akan terjadi pada H+4,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kota Jogja Purnomo Rahardjo, terpisah. (eri)