Perdagangan Emas Sepi Transaksi

0
862

KR – 7 September 2011

YOGYA (KR) – Beberapa toko emas di Kota Yogyakarta selama beberapa hari menjelang sampai pasca Idul Fitri merasakan lesunya perdagangan, transaksi pun sepi. Sejumlah pengelola toko emas di Kota Yogyakarta, Selasa (6/9) mengungkapkan, memang ada yang mengalami peningkatan penjualan meski hanya dua kali lipat hari biasa, namun lainnya jangankan orang datang untuk membeli, orang yang masuk toko melihat-lihat saja tidak ada.

“Sekarang orang mulai beralih dari emas perhiasan ke emas batangan. Tetapi penjualannya juga hanya meningkat dua kali dari hari biasa. Padahal dulu, bisa sampai 10 kali,” kata pemilik Toko Mas Kranggan Herianto Kurniawan MBA di Jalan Laksda Adisutjipto.
Lesunya pemasaran bisa karena harganya naik, bisa pula karena daya beli yang turun. Di samping itu, saat ini perhatian orang kepada hal-hal lain. Toko Mas Kranggan, Selasa (6/9), menjual emas batangan LMHK Rp 520.000/gram, perhiasan Rp 400.000/gram, dan harga internasional 1.900 dolar AS/troy ounce.
Suasana lesu dan sepi juga terjadi di Toko Mas Ibukota Jalan Urip Sumoharjo. Seperti dikemukakan pengelolanya, Wahyu, tokonya sepi. Jangankan orang datang untuk membeli, sekadar melihat-lihat saja tidak ada. “Kalau datang sekadar melihat-lihat saja kami sudah senang, ini sama sekali tidak ada,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, lesunya transaksi emas karena daya beli masyarakat turun. Selain itu, harga emas cukup tinggi. Kemungkinan juga karena perhatian orang beralih. Menurut Wahyu, dulu di pedesaan, sehabis panen banyak yang berbondong-bondong ke toko emas. Sekarang tidak lagi. Sekarang orang lebih tertarik untuk membeli barang elektronik atau alat komunikasi seperti HP.  Toko Mas Ibukota menjual emas 75% Rp 400.000/gram.

Cerita senada dialami Toko Mas Mataram Jalan Mataram. Seperti dituturkan penanggung jawab toko Agus Dwi Antaka, selama suasana Idul Ftiri, tidak seorang pun yang tertarik masuk ke tokonya, meski hanya sekadar melihat-lihat. Di Toko Mas Mataram, emas 40% dijual Rp 210.000/gram tambah ongkos, 50% Rp 295.000/gram tambah ongkos, dan 75% Rp 320.000/gram tambah ongkos.           (War)-s