PENGAMANAN TITIK RAWAN DIPERKETAT

0
823

KR – 27 Agustus 2011

 

Lebaran macet di Jogja (Foto: Budi/Jogjalive.com)

YOGYA (KR) – Jalur mudik alternatif dari arah Jakarta tujuan Pacitan, Magetan dan Ponorogo melalui Wonosari Gunungkidul dan Wonogiri Jawa Tengah mulai padat. Puncak keramaian pada pagi hari antara pukul 04.00-08.00 dan pada sore hari antara pukul 16.00-18.00.

Mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan kemacetan jalan raya pengamanan mulai diperketat terutama pada jam rawan. Pengamanan secara khusus dengan mendirikan pospam di ruas Jalan Bedoyo-Wonogiri, Jawa Tengah memang tidak dilakukan.

“Dibanding tahun lalu, ruas jalan alternatif arah Pacitan Jawa Timur mengalami penurunan jumlah pengguna jalan. Karena ruas jalan utama dari Yogya-Solo-Wonogiri arah Pacitan tidak sepadat dulu,” ujar Kasatlantas Polres Guungkidul, AKP Suryo Hutomo SIK.

Namun berkaitan dengan langkah antisipasi tetap dilakukan dengan menerjunkan beberapa petugas dari Polsek Semanu, Ponjong, Rongkop dan Girisubo dengan kekuatan sekitar 50 personel. Mereka ditempatkan di titik-titik rawan di antaranya Simpang Tiga Ngeposari, Tanjakan Pakcucak, ruas jalan Bedoyo, ruas jalan perbatasan menuju arah Pracimantoro Wonogiri, Jawa Tengah.

Sedangkan pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai memadati jalur selatan masuk ke DIY. Pos pemantau lalu-lintas Dishubkominfo di Balecatur Gamping Sleman memperkirakan jumlah pemudik sepeda motor mencapai 21 ribu. Sementara yang menggunakan kendaraan pribadi berkisar 5000 mobil.

Petugas Dishubkominfo DIY, Slamet Fauzi mengatakan peningkatan jumlah pemudik mulai terlihat sejak H-7 Lebaran. Saat puncak arus mudik, kendaraan yang akan melintasi dan masuk DIY diprediksi mencapai 25 ribu sepeda motor dan 7000 mobil.

Posko Dishubkominfo didirikan di Gamping, Tempel, Kalasan dan Piyungan. Sementara itu, arus lalu-lintas di sekitar Prambanan pada H-3 belum mengalami kemacetan. Diperkirakan seputar Prambanan akan mengalami kemacetan pada H-2 dan H-1 nanti. Diperkirakan selain kendaraan pribadi dan roda dua, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga mulai terlihat baik dari arah barat maupun timur.

“Pengaturan manual belum diberlakukan mengingat lalu lintasnya masih dalam batas wajar.” ungkap Kapospam Prambanan Sleman AKP Surahman. (Bmp/*-7/Awh)-f