Paserbumi Tak Silau Merger

0
207

RADARJOGJA – 19 Agustus 2011

BANTUL-Kabar yang menyebutkan Persiba Bantul akan merger dengan salah satu klub LPI, tidak membuat Paserbumi sebutan kelompok suporter Persiba Bantul “hijau mata”. Meskipun jika ditinjau dari aspek finansial, bisa menguntungkan kubu The Reds, Paserbumi tetap menginginkan klub kesayangannya mandiri.
’’Kami ingin mempertahankan kebanggan tim kami. Selama ini kami berusaha sendiri dalam meraih semuanya. Selanjutnya, kami juga ingin mengibarkan identitas dengan upaya kami sendiri,’’ ujar Lurah Paserbumi Hanung Rahardjo saat dihubungi Radar Jogja, kemarin (17/8).

Menurut pria yang kini juga menjabat komisaris PT Persiba Utama Jaya (PUJ) ini, keputusan “kawin” dengan klub lain bukanlah solusi yang tepat. Apalagi, tim kebanggan Kota Geplak tersebut baru saja berhasil menjuarai divisi utama dan berhak mengikuti kompetisi kasta tertinggi.

’’Nuansa kebanggaan di intern stakeholder Persiba dirasa sangat menggebu. Dan tentunya, Paserbumi pasti lebih menginginkan melanjutkan perjuangan dengan berdiri diatas kaki sendiri (berdikari),’’ tambahnya.

Hanung menambahkan, percuma rasanya jika Persiba meraih kesuksesan melalui campur tangan pihak luar. Ia tetap lebih bangga Persiba meraih kesuksesan dengan langkah mandiri sekalipun harus tertatih.

’’Merger itu juga tidak mudah. Kita harus menyelaraskan visi dan misi dengan klub yang “kawin” dengan Persiba. Belum lagi, proses merger akan sangat menyita waktu, ’’keluh hanung.

Beberapa waktu lalu, Wakil Manajer Bidang Teknik dan Kepelatihan Persiba Bantul Briyanto menyatakan, ada kemungkinan The Reds akan melakukan merger dengan tim yang berasal dari Jawa Bbarat. Spekulasi yang berkembang menyebutkan tim tersebut adalah Bandung FC.

Namun seiring berjalannya waktu, muncul kabar Persiba akan merger dengan klub divisi utama, Persikab Bandung. Hanung mengakui, ada pembicaraan antara kubu Persiba dan Persikab. Namun selanjutnya tidak ada pembicaraan lanjutan untuk lebih mematangkan rrencana tersebut.

Persiba yang berstatus klub juara Divisi Utama 2010/2011 hingga saat ini masih dipusingkan aspek finansial yang dibebankan PSSI untuk pesrta Liga professional. Apalagi, musim depan sudah seharusnya Persiba berlaga di Pro 1. Dengan demikian, mereka diwajibkan menyiapkan uang Rp 5 miliar untuk deposit partisipasi. (c7)