Korban erupsi Merapi sekali kontrol butuh Rp1 juta

0
709

HARJO – 23 Agustus 2011

Letusan merapi di Jogja (Foto: Budi/JogjaLive.com)

SLEMAN—Korban luka bakar akibat erupsi Merapi tahun lalu sampai sekarang belum pulih. Mereka masih harus kontrol ke rumah sakit setiap dua minggu sekali dengan biaya rata-rata mencapai Rp1 juta sekali kontrol.

Kepala Desa Umbulharjo Cangkringan, Bejo Mulyo menceritakan, dua anaknya yang terkena awan panas saat menolong eyang buyutnya. Yakni Wahyu Nur Irawan, 15, dan Arif Candra Abdurosyid, 23 kontrol dengan menggunakan biaya sendiri. Padahal semua korban erupsi Merapi ditanggung oleh pemerintah melalui Jamkesmas.

“Dua anak saya harus kontrol setiap dua Minggu sekali karena luka bakar bagian tangan dan kakinya sampai sekarang belum pulih,” katanya, Selasa (23/8).

Dalam satu kali kontrol, biaya yang dikeluarkan antara Rp800 ribu sampai Rp1,2 juta per orang. Kedua anaknya mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kaki mereka. Mereka harus kontrol ke bagian estetika di RS Sardjito karena sebagian jarinya masih ada yang lengket.

Bejo mengakui, saat kedua anaknya di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito selama dua bulan biayanya memang ditanggung pemerintah. Tetapi saat kontrol ditanggung sendiri.

Korban erupsi yang mengalami hal yang sama menurut Bejo masih banyak di Cangkringan dan Ngemplak. Mereka rata-rata butuh rekonstuksi tangan dan jari karena luka bakar awan panas. Jumlahnya ada puluhan warga yang harus kontrol dengan biaya sendiri.

Salah satu warga yang mengalami luka bakar sejenis adalah Budiarto, 34, warga Besalen Glagaharjo Cangkringan. Ia mengalami luka bakar kedua tangan dan kaki. Sampai sekarang kedua tangan dan kakinya menyatu sehingga tidak bisa untuk bekerja. Saat ini ia tinggal di shelter Banjarsari Glagaharjo Cangkringan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini dihubungi secara terpisah menyampaikan, pemerintah menanggung semua korban terdampak erupsi Merapi di tujuh kecamatan, yakni Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Turi, Pakem dan tempel dengan Jamkesmas khusus bencana sebanyak 144.600 jiwa. Namun untuk kontrol ia tidak mengetahui secara pasti.

Staf humas Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito, Banu Hernawan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan jika korban Merapi di rawat di rumah sakit biayanya ditanggung pemerintah. Namun korban medik estetika tidak diperuntukkan bagi korban Merapi.

Seharusnya, menurut Banu korban luka bakar akibat Merapi masuknya di bedah plastik pasti gratis. “Kalau korban Merapi periksa di estetika itu salah masuk, seharusnya ke bedah plastik gratis,” katanya.(Harian Jogja/Akhirul Anwar)