Kehebohan saat akun presiden Amerika Donald Trump, diisengi oleh seorang karyawan Twitter

0
258
source photo: Reuters/Dominick Reuter

Baru-baru ini, terjadi kehebohan saat akun Twitter resmi Presiden Amerika Donald Trump mengalami off selama sebelas menit pada Kamis malam (2/11) waktu setempat.

Ketika berita tentang hilangnya akun resmi presiden Trump ini merebak, awalnya pihak Twitter merilis keterangan bahwa hal itu terjadi akibat “human error”. Beberapa jam kemudian barulah perusahaan ini mengakui bahwa kejadian tersebut akibat ulah iseng seorang pekerja di bagian dukungan pelanggan pada hari akhir kerjanya. Diketahui selanjutnya pekerja bersangkutan telah berhenti bekerja.

Kejadian tersebut tentu saja menimbulkan pelbagai reaksi. Pihak pengritik presiden Trump sontak saja menganggap karyawan Twitter itu sebagai pahlawan. Sementara yang lain mengatakan kejadian tersebut sebagai salah satu dagelan besar dalam tahun ini.

Pihak lain menanggapi kejadian tersebut secara serius serta mengkhawatirkan kejadian ini. Dalam era digital, akun Twitter seorang presiden Amerika tentu akan sangat berpengaruh dan berdampak luas. Seorang presiden seakan bisa menyampaikan pikirannya tanpa selang waktu.

Pihak Twitter sendiri sebagaimana ditulis Business Insider, menolak untuk memberi keterangan lebih rinci tentang bagaimana tatacara mengelola dan mengamankan akun sepenting seperti seseorang presiden Amerika ini.

Bagaimanapun juga, kejadian hilangnya akun presiden Trump telah menggoyahkan kepercayaan masyarakat luas pada sistem keamanan perusahaan sekaliber Twitter.

Sementara kalangan bahkan memperingatkan bagaiamana dampak yang akan terjadi sekiranya karyawan iseng tersebut alih-alih menghapus akun presiden Trump melainkan menulis sebuah cuitan provokatif tentang sebuah kebijakan ekonomis sehingga mempengaruhi bursa saham? Lebih celaka lagi kalo keisengan tersebut mencuitkan sebuah cuitan deklarasi perang – katakanlah – terhadap Korea Utara sehingga memicu konflik terbuka ?

Twitter telah ikut mengendalikan dunia internet dalam era persenjataan nuklir yang masih terpasang dan siap secara aktif. Masyarakat dunia kurang bijak sekiranya mempercayakan sepenuhnya pihak perusahaan seperti ini untuk merasa mampu mengelolanya.