GKR Hemas, Keistimewaan Harga Mati

0
617

KR – 27 Agustus 2011

YOGYA (KR)-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal DIY GKH Hemas menegaskan, Kota Yogyakarta selama ini menjadi daerah yang sangat menghargai keberagaman. Agama dan suku apapun bisa hidup tentram di Yogyakarta. Kondisi ini tidak lepas dari keberadaan Kraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman.

“Yogyakarta yang beragam tapi damai adalah bagian dari keistimewaan Yogyakarta. Sehingga keberadaannya jangan sampai diobok-obok,” kata GKR Hemas saat menghadiri Buka Bersama Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Kampung Bangunrejo, Kricak Tegalrejo, Sabtu (27/8). Dikatakan GKR Hemas, DPD mengawal RUU Keistimewaan agar sesuai dengan keinginan masyarakat Yogyakarta.

Dikatakan GKR Hemas, keistimewaan DIY dengan Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur telah melindungi keberagaman yang dimiliki Yogyakarta. Masyarakat Indonesia saat ini juga sudah mulai menyadari bahwa toleransi dan gotong royong mulai menipis. Di Yogyakarta dua hal tersebut masih bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakatnya.

Selain itu GKR Hemas juga meminta dalam Pemilukada Kota Yogyakarta nanti, masyarakat diminta untuk memilih dengan hati nurani. Meski masyarakat butuh uang, namun bukan berarti hal itu mempengaruhi pilihan masyarakat. “Mengambil hati masyarakat tidak harus dengan uang,” kata GKR Hemas.

Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai kepala daerah merupakan harga mati. Penetapan bisa digambarkan sebagai harga diri dan kehormatan masyarakat Yogyakarta.
(Apw)-a