Diguyur hujan sejak sore, Ngayogjazz 2013 berlangsung semarak

0
361

Meski diguyur hujan lebat sejak sore hari, namun gelaran Ngayogjazz di Desa wisata Sidoakur Godean Sleman berlangsung meriah, Sabtu 16 November 2013. Dalam hajatan budaya yang telah berlangsung sejak tahun 2009 tersebut, tampil musisi-musisi jazz lokal, nasional maupun internasional.

Mengambil thema “Rukun Agawe Ngejazz”, pagelaran Ngayogjazz 2013 meriah diselenggarakan sejak pagi pk 09.00 hingga berakhir pk 23.00 malam diseputaran Desa wisata Sidoakur. Desa dipinggiran Barat Yogyakarta ini berubah dalam suasana pesta budaya. Tak hanya menampilkan musik jazz saja, namun beragam kesenian tradisional diberi panggung untuk memeriahkan pagelaran.

Masyarakat warga Desa Sidoakur dan sekitarnya tampak terlibat sejak pengaturan lalu lintas di Jalan Godean, penyediaan lahan-lahan parkir bagi kendaraan pengunjung, hingga penyediaan aneka kantin diseputaran panggung-panggung pertunjukkan musik jazz. “Kami menyambut gembira Ngayogjazz ini, dan sebisa mungkin memberi sambutan yang baik bagi siapa saja para pengunjung yang telah menyempatkan waktu untuk datang disini,” demikian antara lain disampaikan oleh Bambang, pemuda setempat.

Beberapa musisi jazz ternama tercatat hadir untuk manggung antara lain Monita Tahalea, Shadu Band, Everyday Band, Chaseiro, Kirana Big Band, Peni Chandrarini, Idang Rasyi. Sedangkan dari mancanegara tercatat hadir Erik Trufaz pemain trumpet kelahiran Perancis, Brink Man Ship group dari Swiss yang lahir sejak tahun 1999, Baraka sebuah trio dari Jepang yang terbentuk sejak 1997, serta Jerry Pellegrino dari Amerika.

Telkomsel sebagai operator seluler Paling Indonesia ikut mendukung penyelenggaran Ngayogjazz 2013, mengingat genre musik jazz merupakan jenis musik yang peminatnya cukup banyak dikalangan muda Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai Ngayogjazz 2013 bisa ditelusuri di situs Ngayogjazz.