Dibuka Posko Pengaduan THR

0
806

RADARJOGJA – 20 Agustus 2011
WONOSARI – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sebagian banyak pekerja sangat dinanti jika mendekati hari raya keagamaan atau Lebaran tiba. Jumlah nominal THR yang harus diberikan perusahaan kepada pekerja yakni sebesar satu kali gaji bagi yang sudah bekerja lebih dari setahun. Sementara, untuk menekan kemungkinan terjadinya pelanggaran, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) membuka posko pengaduan.


Kepala Plh, Dinsosnakertrans Gunungkidul, Budi Santoso kepada sejumlah wartawan mengatakan, himbauan pembayaran THR bagi perusahaan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran. Berdasarkan data yang ada terdapat 241 perusahaan dengan jumlah pekerja sedikitnya 3872 orang. “Jika ada keluahan silahkan datang ke kantor kami, bagian hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja yang secara khusus menangani hal itu,” ujarnya.

Budi menambahkan, pelaksanaan THR tahun sekarang masih menggunakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04/Men/1994. Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud THR adalah pendapatan buruh yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

Menurutnya, dari tahun ke tahun pihaknya belum menerima pengaduan dari pekerja soal THR. Biasanya sejumlah perusahaan yang belum membayarkan seminggu sebelumnya sudah mengirimkan surat ke dinas terlebih dahulu kepastian tanggal pembayaran THR. “Biasanya ada yang mengirimkan surat ke kami tanggal berapa mereka mampu membayarkannya,” terangnya. Guna memberikan dorongan terhadap perusahaan agar segera membayarkan THR, pihaknya akan melakukan pantauan lapangan ke sejumlah perusahaan.

Berdasarkan data Dinsosnakertrans, di Gunungkidul terdapat 241 perusahaan dengan jumlah pekerja sedikitnya 3872 orang. Meski demikian tidak semua perusahaan mampu membayarkan THR itu. “Mereka sesuai dengan kemampuan, karena yang terdaftar sebagai perusahaan di kami dengan jumlah itu termasuk usaha yang mempekerjakan sedikitnya tiga orang,” terangnya.

Sebelumya, Humas perusahaan pertambangan, PT Supersonik, Sambudi Irianto menegaskan akan segera mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh karyawannya. Dia juga membenarkan telah menerima surat edaran. “Kami selalu berkomitmen untuk memberikan THR sesuai peraturan perundangan yang berlaku, “ ujarnya.

Direktur LSM PUKAT Gunungkidul, Rino Caroko mendesak kepada dinas agar terus melakukan pemantauan kepada sejumlah perusahaan yang secara sengaja tidak memberikan THR tanpa alasan jelas. “Advokasi bagi para pekerja harus diberikan agar mereka berani menyalurkan uneg-unegnya jika memang ada perusahaan nakal,” ujarnya. Rino juga bersedia memberikan pendampingan bagi para pekerja jika terdapat diantaranya yang dirugikan oleh perusahaan dengan tidak memberikan THR. (gun)