Demokrat Bantah SBY Lebih Kejam dari VOC

0
783

RUUK TINGGAL TUNGGU VOTING

KR – 22 Agustus 2011

YOGYA (KR) – Pernyataan GBPH H Prabukusumo yang mengatakan, pemerintahan SBY lebih kejam dari VOC, sebagaimana dimuat harian KR edisi Minggu (21/8), tidak berdasar.

“Itu pernyataan emosional dari Pak Prabu,” kata Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Provinsi DIY Putut Wiryawan, Minggu (21/8) malam di Yogyakarta berkaitan dengan pernyataan GBPH H Prabukusumo dalam pertemuan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, UGM.

Menurut Putut, membandingkan pemerintahan SBY sekarang dengan zaman VOC sama sekali tidak sebanding dan bahkan tidak dapat dikomparasikan karena zaman VOC zaman penjajahan dan sekarang zaman kemerdekaan.

“Kalau menggunakan jalan pikiran Pak Prabu, maka dapat diartikan menurut Pak Prabu beliau lebih senang dijajah Belanda daripada hidup pada zaman sekarang. Padahal, beliau sendiri lahir setelah Indonesia merdeka. Ini kan lucu,” ujar Putut Wiryawan.

Kalau pernyataan Prabukusumo dikaitkan dengan pembahasan RUUK DIY sekarang, menurut Putut, pernyataan Prabukusumo juga tidak tepat. Langkah pemerintah dengan mengajukan draf RUUK  DIY sebagaimana yang disampaikan kepada DPR-RI melalui Menteri Dalam Negeri, sikap yang tepat karena Presiden tidak ingin melanggar pasal 18 ayat 4 UUD 1945. Melanggar UUD 1945, bagi seorang presiden perbuatan fatal.

Sebenarnya, nasib RUUK sekarang murni berada di tangan 560 anggota DPR-RI. Jumlah anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI hanyalah 148 kursi. Kalau betul partai-partai di luar Partai Demokrat mendukung penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sebagaimana yang sering diberitakan, maka sesungguhnya tinggal dilakukan voting dan keputusan politik sudah dapat diambil untuk menentukan masa depan DIY. (Asp)-a