40 Naga akan terbangi langit Pantai Parangkusumo

0
540

Festival Layang-layang Nasional 2016 akan kembali diselenggarakan oleh PERKALIN (Perhimpunan Pekarya Layang-layang Indonesia) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi DIY, pada Sabtu Minggu (27-28/08) mendatang di Pantai Parangkusumo Bantul DIY. Pada perhelatan festival tingkat nasional yang telah diselenggarakan empat tahun berturut-turut oleh perhimpunan komunitas pekarya dan penggiat layangan seluruh Indonesia ini, direncanakan akan diikuti oleh 45 klub pelayang.

Spesial untuk tahun ini, tema yang diusung adalah “Layang-layang Nusantara Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan”. Tema ini diangkat agar festival layang-layang tidak hanya dipahami sebagai peristiwa seni dan budaya saja. Namun, ada makna mendalam dari layang-layang yakni kebersamaan dalam Kebhinekaan.

“Ada 45 klub dari berbagai daerah di Nusantara yang ikut. Tetapi dalam keanekaragaman jenis, warna dan asal, mampu bersatu dalam satu udara, angkasa Indonesia,” demikian Harry Cahya ketua PERKALIN menyampaikan.

Selain lomba, dalam festival ini juga akan digelar workshop edukasi untuk anak-anak sekolah dasar (SD). Workshop edukasi ini digelar untuk melestarikan budaya layang-layang.

“Kami juga akan mendorong layang-layang sebagai produk ekonomi kreatif,” lebih lanjut diterangkan.

Pada festival tahun ini akan kembali disiapkan Piala Raja untuk diberikan kepada juara umum perlombaan yang meliputi kategori layangan tradisi, layangan dua dimensi, layangan tiga dimensi, rokaku challenge, serta yang ditunggu-tunggu layangan tren naga. Selain itu akan ditampilkan pula layangan eksibisi dan layangan malam.

Layangan tren naga sebagai atraksi menarik diharapkan bisa diterbangkan oleh sebagian besar klub peserta pada Minggu (28/08) sehingga langit Pantai Parangkusumo akan dihiasi oleh 40 an layangan tren naga peserta lomba.

Dalam upacara pembukaan yang direncanakan akan dilakukan oleh Bupati Bantul, ditampilkan pula atraksi kesenian dari pelbagai wilayah Nusantara, antara lain tarian oleh Mahasiswa Timor Timur dan tarian dari komunitas Melanesia di Yogyakarta.